SIAPA BILANG LELE TIDAK SEHAT ?

Dewasa ini sudah banyak bermunculan beberapa sistem budidaya yang dapat dikategorikan mengaplikasikan juga menghasilkan ikan lele konsumsi yang sehat dan higienis.
Hal ini mematahkan anggapan negatif bahwa ikan lele identik tidak bersih, bau lumpur, makan kotoran, banyak bakteri, dan lain sebagainya, malahan lebih ekstrim lagi berpeluang sebagai penyebab kanker. Namun ternyata ikan berkumis yang satu ini bisa menyehatkan dan memiliki kandungan gizi tinggi mengikuti ikan salmon, tergantung dari pola budidaya nya.

Dalam artikel ini, penulis tidak membahas lebih rinci mengenai sistem budidaya ikan lele. Informasi yang disajikan hanya merujuk kepada sistem budidaya yang menghasilkan ikan konsumsi yang sehat.
Apapun sistem budidaya nya, selama mengaplikasikan metode manajemen air dengan sistem perawatan kualitas air, central drain, penguraian bakteri patogen secara organik, manajemen pakan dengan pakan pabrik, tanpa pakan alternatif yang tidak higienis, misal ayam tiren, makanan kadaluarsa, jeroan, kotoran hewan, dan lain sebagainya tentu akan berkontribusi baik bagi kualitas ikan lele konsumsi.

Lalu bagaimana mengenali ciri-ciri ikan lele dapat dikategorikan sehat dan higienis?.
Cara mudah mengetahuinya ialah tidak berbau amis menyengat, belah daging ikan di belah warna dagingnya bersih, tidak ada ruam kemerahan. Nah, ini merupakan cara pembuktian kualitas daging yang sehat untuk di konsumsi. Bahkan ikan lele bisa dijadikan ikan subtitusi pengganti salmon, karena ikan lele juga mengadung omega 3 seperti halnya ikan salmon. Tentu ikan lele bisa di dapat dengan mudah di indonesia dibanding salmon.

Berikut ini informasi gizi ikan lele vs ikan salmon ;
Data informasi gizi di atas dikutip dari sini.

Demikian artikel ini dibuat, semoga bermanfaat

Komentar